herbalsinergicare@gmail.com
SMS/WA Only : 085863630777

Tentang Herbal

Definisi Herbal
adalah segala bahan (tumbuh2an, ikan, garam, hewan / batuan)yang mengandung satu atau beberapa bahan aktif yang dapat digunakan untuk tujuan pengobatan.

Prinsip Herbalogi
Menggunakan bahan yang bersifat alami, tidak menggunakan bahan2 sintetis.Herba terbaik adalah herba yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, seperti madu, habbatusaudah, minyak zaitun dan termasuk herba-herba yang tumbuh disekitar kita. Rasulullah pernah bersabda tidaklah suatu penyakit diturunkan melainkan Allah juga menyertakan obat-obatnya.

Ayat-ayat ALLAH yang berhubungan dengan herbal dan memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi nya :

  1. Dia Menumbuhkan untuk kegunaan kamu, minyak zaitun, kurma dan segala anggur, juga setiap buah-buahan. Sesungguhnya dalam hal yang demikian terdapat tanda2 bagi kaum yang berfikir. (QS AN-NAHL :11)
  2. QS ‘Abasa 24,27-31
  3. QS Al Baqarah 168,208

Tujuan penggunaan herba adalah untuk mengembalikan keseimbangan tubuh dan bukan sekedar untuk menyembuhkan penyakit (Release, Relax, Regeneration dan Refunction)
Dan sebaiknya penggunaan herba dilakukan secara sinergi (tidak berdiri sendiri, namun diikuti dengan mengkonsumsi herba lain yang memiliki sifat berbeda dari herba yang kita konsumsi
tujuannya : Mempercepat penyembuhan, Menambah khasiat obat, mengurangi sifat kerasnya obat dan menghilangkan efek samping.

Sifat Penggunaan Herbal :

  1. Harus yakin terhadap kekuasaan ALLAH karena ALLAH yang menciptakan penyakit, Dia pula yang akan menciptakan obatnya. Sesungguhnya sifat tawakal akan membawa diri kita menjadi lebih tenang dan secara otomatis sangat berpengaruh terhadap kodisi organ dalam tubuh kita. Menurut hasil penelitian, 60% kesembuhan suatu penyakit disebabkan oleh kekuatan spiritual seseorang.
  2. Harus dikonsumsi secara rutin. Karena obat-obatan herbal berbeda dengan obat-obatan kimia. Proses penyembuhannya lama tetapi pasti.Berbeda dengan obat-obatan kimia, obat-obatan herbal bersifat memperbaiki organ yang rusak.
  3. Dosis yang cukup. Dalam hal penentuan dosis bagi obatan-obatan herbal tidak bisa dilakukan sebagaimana layknya obatan-obatan kimia karena obat-obatan herbal tidak memiliki aksi spesifik seperti obat-obatan kimia. untuk penentuan dosis dilakukan secara sederhana (trial and error) yaitu dengan memperhatikan tanda-tanda yang muncul dari setiap pasien. Pemberian dimulai dari dosis yang rendah kemudian sedikit demi sedikit dinaikkan sampai ketika pasien mulai memiliki gejala mual-mual maka dosis dikurangi sedikit.Atau dengan menggunakan aturan umum dimana 1 g herbal mewakili 10 kg berat badan.
  4. Berlaku hukum DOC (Direct Of Cure). Dalam hal ini seorang pasien yang mengkonsumsi herbal pada pertama kalinya, terkadang akan merasa sakit yang sangat seperti saat tersakit yang pernah dia rasakan. Kalau terjadi demikian, pengobatan jangan dihentikan tetapi perhatikan hal-hal berikut : Asupan air yang cukup (2,5 liter perhari), konsumsi herbal setelah makan, kurangi dosisnya).Atau terkadang saat terjadi DOC akan timbul beberapa gejala penyakit lain seperti jerawat dll.

Hal-hal yang membuat herbal menjadi tidak terasa memiliki khasiat :

  1. Mind set kita terhadap herbal
  2. Stress
  3. Asupan air yang kurang
  4. Tidak rutin mengkonsumsinya
  5. Dosis yang tidak mencukupi

Prinsip Obat Herbal Berdasarkan Al Qur’an

Pada dasarnya Allah SWT menurunkan penyakit pasti diciptakan-Nya pula obatnya. Hal ini sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadits. Rasulullah SAW menggunakan madu, minyak zaitun, habatussauda untuk mengobati beberapa penyakit. Pegobatan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW tentu saja berdasarkan petunjuk dari Allah SWT. Firman Allah SWT di dalam Al Qur’an Surat An Nahl ayat 11 menjadi pengetahuan awal bagi manusia untuk menemukan pengobatan herbal:

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS An Nahl: 11)”


Proses Kerja Herbal

Herba merupakan tanaman obat yang mengandung bahan nutrisi seimbang. Herba bersifat mengandung bahan antidot (anti racun) bagi tubuh. Herba kaya akan mineral terutama mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Herba bertindak sebagai katalis (yang mempercepat reaksi) penyembuhan. Herba menyediakan satu medium yang membantu pembentukan (generate) vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Herba membantu mengaktifkan proses asimilasi dan metabolisme di dalam tubuh.


Metode Pengobatan Ibnu Sina

Ibnu Sina, di Eropa menyebutnya Avicenna adalah seorang Ilmuwan pertama di dunia yang menemukan pengobatan modern dengan karya bukunya Al-Qanun fi At Tibb atau  The Canon of Medicine. Hingga kini buku The Canon of Medicine menjadi buku rujukan kedokteran di seluruh dunia. Ada banyak teori farmasi dan kedokteran di dalam buku ini. Salah satu metode pengobatan Ibnu Sina adalah diagnosa penyakit berdasarkan unsur panas, kering, sejuk, dan lembab.

Menurut Ibnu Sina, orang yang sakit itu akibat ketidakseimbangan 4 unsur di dalam tubuh manusia. Oleh sebab itu, orang yang sakit perlu menyeimbangkannya dengan herbal yang mempunyai sifat yang berlawanan dengan kondisinya. Misal, jika seseorang sakit dengan kondisi panas-kering maka diobati dengan herbal yang bersifat sejuk-dingin.

metode-pengobatan-herbal-alami-thibbun-nabawi

Dari keempat klasifikasi diatas, Ibnu Sina membagi sifat asal penyakit dan sifat asal herbal menjadi 4 bagian :

  • Panas – Kering : untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung dan paru-paru. Herba yang berada pada zona ini adalah herba-herba yang bersifat aromatik.
  • Dingin (Sejuk) – Kering : untuk penyakit-penyakit yang bersumber dari darah. Herba-herba yang berada pada zona ini adalah herba-herba yang bersifat kelat.
  • Dingin (Sejuk) – Basah (Lembab) : untuk penyakit-penyakit yang bersifat radang dan ginjal. Herba-herba yang berada pada zona ini adalah herba yang bersifat dingin.
  • Panas – Basah (Lembab) : untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan unsur angin seperti usus, hati, limpa dan lain-lain. Herba-herba yang berada pada zona ini adalah herba-herba yang bersifat pahit.

metode-pengobatan-herbal-alami-thibbun-nabawi-2

Tabel Herbal, Sumber Penyakit (organ tubuh), dan Obat Herbal

metode-pengobatan-herbal-alami-thibbun-nabawi

Herbal Dingin

Herba dingin bersifat diuretik bertindak sebagai Anti hipertensi untuk menurunkantekanan darah tinggi. Antipiretik untuk membuang panas badan. Antiinflamantori untuk peradangan sendi dan gout. Dapat memecahkan batu karang Anti Kanker / ketumbuhan / tumor Organ yang berpengaruh : Ginjal. Untuk proses diagnosa awal organ ini , lihat telinga.

Herbal Pahit

Hati merupakan organ yg pahit-alkali maka  darah dan lymph yang melalui hati menjadi alkali. Hati berfungsi mencuci dan menjadikan darah sedikit beralkali. Ia bertindak dengan menghilangkan asid dan toksik larut lemak di dalam darah. Ia bertindak menjadikan toksin tersebut lebih larut air seterusnya dapat dikeluarkan melalui urin. Hati menetralkan racun dengan menjadikannya beralkali dan memusnahkannya melalui hempedu. Hempedu bertindak sebagai pengemulsi (bahan berminyak ditukarkan kepada bahan larut air). Darah di dalam tubuh yang sehat mempunyai pH 7.34. Seseorang yang sakit mempunyai darah yang agak berasid (asidosis). Darah yang berasid dapat merusakkan organ. Herba pahit adalah herba yang melakukan proses detoksifikasi (pembuangan racun) pada hati. Selain itu, digunakan untuk mencuci dan menguatkan hati, melindungi hati dari bahan kimia toksik, mengeluarkan toksik yg sedia ada di dalam sel hati. Antibakteria, antivirus dan antifungi. Organ yang berpengaruh : Usus Besar, Hati, Limpa. Untuk proses diagnosa awal organ ini , lihat mulut (hilang selera makan).

Herbal Aromatik

Herba Aromatik/Panas (unsur api): Berhubungan dengan masalah angin, bahan penenang dan pemberi tenaga. Herba aromatik memiliki ciri memiliki minyak atsiri dan wangi-wangian yang khas. Organ yang berpengaruh : Jantung & Paru-paru. Untuk proses diagnosa awal organ ini , lihat hidung.

Herbal Kelat

Herba ini bersifat sepat dan biasanya di gunakan untuk penyakit-penyakit yang bersumber dari darah. Cocok untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Organ yang berpengaruh : Peredaran darah. Diagnosa awal organ ini dengan tanda-tanda pada tangan (urat biru).

Penggunaan herba

hendaknya dikonsumsi secara berlawanan dari sifat asal penyakit. Misalnya sifat panas-kering berlawanan dengan sifat basah-dingin, maka herbal yang digunakan untuk penyakit-penyakit yang berasal dari sifat panas-kering seharusnya berasal dari unsur basah-dingin. Kalaupun tidak ada maka kita bisa menggunakan kombinasi obat2an yang berasal dari unsur panas-basah dan kering dingin.

Lalu…bagaimana caranya kita menentukan sifat asal penyakit yang ada pada diri kita sendiri atau pada pasien yang kita periksa?ada sebuah cara sederhana yang bisa kita lakukan, yaitu :

  1. Dengan diagnosa denyut nadi
  2. Dengan diagnosa lidah

 

Ilmu pengobatan tradisional China

Kalau mendatangi toko obat tradisional China, coba perhatikan bahan-bahannya. Sebagian besar bahan ramuan obat itu berupa tumbuhan (herbal). Bagian-bagian tanaman seperti daun, bunga, ranting, kulit batang, kulit akar, umbi, atau rimpang, diyakini mempunyai khasiat-khasiat penyembuhan.

Semua itu antara lain tertuang dalam buku Nei Jing atau The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine. Buku terbitan abad ke-3 SM ini hingga sekarang masih digunakan, sekaligus menjadi buku babonnya ilmu pengobatan tradisional Cina.

ilmu-pengobatan-tradisional-china

Tak kurang dari 20.000 formula (ramuan) herbal dikenal dalam pengobatan tradisional Cina. Sekitar 2.000 ramuan masih terus digunakan sampai sekarang. Walau seorang herbalis dapat menyusun formulanya sendiri saat merawat pasien, namun ramuan yang telah ada dan terbukti efektif masih digunakan.

Ramuan-ramuan itu dibagi sesuai jenis penyakitnya. Misalnya, untuk pengobatan gejala pada tubuh bagian luar, menghilangkan panas dari organ dalam, sebagai tonik, dan sebagainya. Semuanya terformulasi berdasarkan pengalamn para tabib zaman dahulu, tercatat dan dibukukan dengan rapi.

Pada zaman modern ini, ramuan-ramuan yang ada tentunya sudah dimodifikasi berdasarkan pengalaman-pengalaman terbaru. Selain itu, juga mempertimbangkan usia pemakai, jenis kelamin, kompleksitas penyakit, dan sebagainya. Pendeknya, formula ini terus berkembang.

Dingin usir panas

Berdasarkan sifat dan kemampuannya, secara umum tanaman obat dibagi dalam beberapa khasiat. Misalnya, pembersih panas (clear heat), pencahar, pengeluar angin dan lembab, peningkat produksi urine, dan pembuang lembab, penormal fungsi qi (energi vital), dan sebagainya.

Penggunaan bahan-bahan herbal untuk pengobatan didasari oleh sifat dan kemampuan tanaman obat itu. Klasifikasinya berdasarkan energi (sifat), rasa, gerakan, dan rute meridian (afinitas). Sejumlah zat berkhasiat dalam tanaman itu sendiri juga ikut diperhitungkan.

Energi tanaman obat dibagi menjadi empat, yaitu dingin, panas, hangat, dan sejuk. Pembagian ini didasarkan atas pengalaman para tabib. Jika sebuah tanaman tebrukti efektif dalam pengobatan gejala panas (misalnya demam), maka tanaman itu dianggap memiliki energi dingin, begitu pula sebaliknya.

Konsep yin dan yang juga turut menjadi konsep dasar pada ilmu pengeobatan China. Kedua unsur yang berlawanan ini digunakan untuk menilai perubahan pada alam semesta secara komprehensif. Secara fisiologis, yin dipakai sebagai penyimpan energi, sedangkan yang untuk aktivitas manusia.

Keempat energi tanaman di atas kemudian disatukan dengan konsep yin dan yang. Energi dingin dan sejuk sebagai bagian dari yin, sedangkan energi panas dan hangat bagian dari yang.

Secara anatomis, tubuh manusia juga dibagi menurut konsep yin dan yang. Tubuh bagian dalam adalahyin, sedangkan bagian luar yang. Kelima isi rongga perut (organ cang: jantung, hati, ginjal, lima, paru) adalah yin, sedangkan keenam isi perut (organ fu: lambung, usus kecil, usus besar, kandung kemih, kandung empedu, dan rongga imajiner yang tidak ada dalam anatomi, tapi ada dalam pengobatan China) adalah yang. Tendon serta tulang termasuk yin, sedangkan kulit itu yang.

Dalam keadaan patologis, ketidakseimbangan yin dan yang digunakan untuk mendeskripsikan dua pola dasar perubahan. Pada saat yin menang, yang akan sakit, begitu pula sebaliknya. Pada saat yangmenang, maka akan ada panas. Pada saat yin menang, akan timbul dingin. Jika kekurangan yang, akan timbul sensasi dingin pada bagian luar. Kekurangan yin menyebabkan panas dalam.

Pada diagnosis, gejala yin dan yang digunakan untuk mendeskripsikan sifat dari penyakit. Dalam This Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine ditulis, “Seorang tabib andal yang telah menguasai teknik diagnosis akan memeriksa warna pasien dan menghitung denyut nadinya. Ia akan mengklasifikasikan setiap gejala ke dalam yin dan yang sebagai langkah pertama dalam membuat sebuah diagnosis.”

Disebutkan pula, “Penyakit panas harus dirawat dengan tanaman obat dingin, penyakit dingin harus dirawat dengan tanaman obat panas. Yin harus digunakan untuk merawat penyakit yang, sedangkanyang harus digunakan untuk penyakit yin.”

Jadi, dalam perawatan, prinsip dasar adalah menjaga keseimbangan antara yin dan yang. Termasuk dalam prinsip itu adalah mengurangi kelebihan dan mengisi kekurangannya. (Sumber : Intisari Februari 2005).

Pemilihan Herbal secara Rasa dan Sifat

Dalam pengobatan Tiongkok, herbal atau tanaman obat memiliki empat sifat Qi dan lima cita rasa yang masing-masing memiliki efek dan pengaruh yang berbeda pada tubuh dan memiliki kemampuan penyembuhan yang berbeda pula

Empat sifat Qi
Empat sifat Qi adalah dingin, panas, hangat dan sejuk. Sifat panas dan hangat digolongkan kedalam Yang. Sifat dingin dan sejuk digolongkan kedalam Yin.

• Herbal yang dingin atau sejuk berefek menurunkan panas tubuh dan meredakan sindrom panas atau sindrom Yang.

• Herbal yang panas atau hangat berefek menghangatkan tubuh dan meredakan sindrom dingin atau sindrom yin.
Lima Rasa
Lima rasa dalam pengobatan tiongkok adalah rasa pedas, manis, asam, pahit dan asin. Kecuali lima rasa ini masih ada rasa sepet dan rasa tawar. Rasa pedas, manis dan tawar digolongkan Yang . Rasa asam, pahit dan asin digolongkan kedalam Yin.
• Herbal yang mempunyai rasa pedas memiliki efek meredakan sindrom luar, melancarkan aliran Qi dan darah.
• Herbal yang mempunyai rasa manis memiliki efek menambah Qi/tenaga dan darah, menguatkan kondisi tubuh.
• Herbal yang mempunyai rasa asam dan sepet memiliki efek astringen, menekan keringat, urin,diare, batuk dan pendarahan.
• Herbal yang mempunyai rasa pahit memiliki efek meredakan peradangan dan sindrom panas-lembab
• Herbal yang mempunyai rasa asin memiliki efek melunakkan massa keras dan pencahar.
• Herbal yang mempunyai rasa tawar memiliki efek melancarkan urin dan meredakan sindrom lembab.

Demikian Ulasan Pengobatan Herbal dari kami (dirangkum dari berbagai sumber)

Saran Kami sebaiknya anda berkonsultasi lebih dahulu kepada Dokter atau Ahli Herbal Terpercaya sebelum membeli dan memakai Produk Herbal.